Mengapa? Untuk mengetahui apa yang dikatakan sebuah buku kau harus membaca buku-buku yang lain? "
Berkali-kali memang bisa seperti itu. Sering buku-buku berbicara tentang buku-buku yang lain. Sering sebuah buku yang tak berbahaya seperti sebuah benih yang akan mekar menjadi sebuah buku yang berbahaya, atau dengan kiasan lain, seperti sebuah manis dari tangkai yang pahit. Dalam mebaca Albert, tidak dapatkah aku mempelajari apa yang mungkin Thomas katakan? Atau dalam membaca Thomas dapatkah aku mengetahui apa yang Averus katakan? "
Sampai kemudian aku berpikir setiap buku berbicara tentang benda-benda, manusia atau dewa, yang berada di luar buku-buku. Sekarang aku sadar bahwa tak jarang buku-buku berbicara tentang buku-buku yang lain; seolah-olah mereka saling berbicara di antara mereka sendiri. Dalam memikirkan ini, perpustakaan tampak lebih mengganggu bagiku. Sebagai tempat berbisik-bisik selama berabad-abad lamanya, sebuah dialog yang tak nampak di antara satu perkamen dengan perkamen lainnya. Sebuah benda hidup, sebuah wadah kekuatan-kekuatan yang tidak diatur oleh benak manusia, sebuah harta karun rahasia-rahasia yang dikeluarkan oleh banyak pemikiran, yang bertahan dari kematian mereka yang membuatnya atau yang membawanya.
(The Name of The Rose - Umberto Eco)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar