Breaking

19.5.10

Panas Terik di Jalan Raya


Siang hari dia belum pernah merasa pusing karena perut kosong. Keriuhan lalu lintas dan gambaran manusia ramai sekelilingnya memenuhi perutnya dengan uap kebudayaan kota, uap peradaban manusia modern, yang membuatnya sanggup untuk menanggungkan rasa lapar dan sakit berlarut-larut.


-Si Tokoh Kita dalam Merahnya Merah by : Iwan Simatupang-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar